Meteor Garden

sumpah mati saya tergila-gila banget sama yang namanya tomingtse dkk! itu booming banget waktu saya kelas 2 SMP. saya, Dina, Novi, Nia, Desi dan temen-temen SMP saya kala itu sering banget ngebahas mereka kalo di jam pelajaran, udah gitu saya kangen deh jaman SMP kalo lagi tuker-tukeran poster, pin, pinup, folder dan segala macem yang berbau boyband and drama Korea. hahahahahaha apalagi saya jatuh cinta pertama kali sama drama Asia karena film Meteor Garden. kisah percintaan si anak miskin dan si anak kaya di universitas Ing Te. penuh intrik, dilema, pelecehan dan lucu ahahahahahah sayang yah saat ini drama Taiwan gak diminati kaya jaman dulu, kaya At The Dolphin Bay, Hanakimi  Zakarino, Frog Prince, Meteor Garden, Poor Prince, udah kegeser sama drama Korea ^^ check this out for Meteor Garden Synopsist!

SEBAGAI pendatang baru, grup boyband F4 (F She) yang sekilas rada janggal namanya, namun beranggotakan empat jejaka muda tegap ganteng, luar biasa fantastis! Cuma dalam tempo 6 bulan kwartet ini sukses menyedot perhatian publik Taiwan dan “memaksa” seluruh media hiburan mau tak mau menyajikan segala pemberitaan yang berkaitan dengan mereka. Apa saja sajiannya pasti ditelan habis-habis. Kongsi rekaman Sony Music yang mengontrak pun tak usah susah payah promosi CD mereka.
Baru beredar tujuh jam, angka penjualan menembus 100 ribu kopi. Belum lagi konser yang mengundang puluhan ribu penonton. Jumpa fans mendadak batal akibat massa membludak. Mereka yang gagal antre untuk minta tanda tangan, berani membeli nomor urut seharga 6 ribu sekadar bisa tatap muka. Hari itu juga 5.000 saluran telepon di Taiwan rusak gara-gara banyaknya permintaan yang masuk ke Sony untuk bisa ikutan. Pihak teve CTS malah minta mereka jadi pembaca berita cuaca, semata biar tidak menjemukan. TVBS khusus bikin program tentang mereka. Model rambut mereka yang gondrong pun jadi tren anak muda. Dalam waktu 6 bulan, grup ini sukses meraup omset 150 juta dolar Taiwan. Dagangan seheboh ini di musim ekonomi paceklik, jelas bikin kaget para petinggi Sony. Apalagi F4 bukan siapa-siapa dibanding Emil Chou, Richie Ren, atau Jimmy Lin yang sudah beken. Dalam sekejap mereka jadi idola baru. Kalau mengutip media sana, kehadiran F4 memberi angin segar bagi remaja sana yang kehilangan idola selama 10 tahun terakhir. Lebih ekstrem lagi, mereka menyebut F4 sebagai SMAP-nya Taiwan.
Hoki menyerbu begitu cepat ketika pemirsa tergila-gila penampilan mereka dalam serial lokal CTS, Meteor Garden alias Liu Sing Hua Yuen, April tahun lalu. Drama percintaan empat pemuda SMU yang adaptasi dari komik laris Jepang Hana Yori Dango (Flower Boys) tujuh tahun silam itu, segera melambungkan nama Jerry Yan (sebagai Tao Ming She/Tsukasa Doumyouji), Vic Zhou (Rui Hanazawa), Vanness Wu (Akira Mimasaka), dan Ken Zhu (Soujirou Nishikado) sebagai idola kawula muda. Ketika semua terbius pesona mereka, Sony segera ambil langkah cepat. Sony memenangkan tender kontrak rekaman. Dari pemain tidak punya nama dengan akting pas-pasan, lalu terkenal, hingga akhirnya terbentuk grup musik F4. Album perdana mereka yang sangat laris tak lain Meteor Rain (Liu Sing Yi) jiplakan mentah tembang Jepang, Gaining Through Losing. Ketika serial ini tayang di teve saluran parabola Asia Plus dan Hong Kong, kesuksesan kembali mengekor. Penonton Cina serta Indonesia yang menyaksikan akting mereka lewat VCD bajakan, tak kalah kesengsemnya. Terutama dengan Jerry dan Vic yang manis dan kalem.
Ketenaran mereka juga diisi dengan berbagai isu. Jerry yang berangkat dari karier model dan punya pengalaman 4 tahun di bidang akting, disebut paling sombong, pelit senyum, dan gampang ngambek. Padahal cowok bernama asli Liao Yang Cen ini, yang dianggap paling oke aktingnya, tertua di antara rekan-rekannya. Vic yang punya suara bagus dan terkenal dengan sorot mata mematikan, lebih apes lagi. Konon pria pendiam asli Taiwan yang kesulitan membedakan karakter Mandarin an dan ang ini, penyuka sesama jenis. Padahal, sebetulnya Vic pernah pacaran lima kali semasa sekolah. Ken Zhu yang pernah tinggal di Singapura dan jago masak Bakkut Teh ini, sebaliknya, doyan perempuan. Makanya, rumor menyebut pria kalem ini piaraan tante girang. Untuk Vanness yang menurut mingguan gosip Next Weekly paling tidak menarik perhatian dan minim order, tak paham Mandarin sama sekali. Domisilinya selama ini di Amerika membuatnya jago Inggris dan sering dapat order bercasciscus Inggris di teve.
Toh dari semua itu, paling seru gosip yang dilansir majalah Next Taiwan terbitan Oktober 2001. Mingguan gosip ini menulis F4 bakal bubar. Beberapa faktor, seperti Ken Zhu harus ikut wajib militer, sikap congkak Jerry sebagai pemimpin F4, perbedaan karakter yang bikin mereka tidak harmonis, serta penjualan tiket konser Meteor Garden F4 Music Party yang harusnya bisa menaikkan kembali popularitas mereka, dan diperkirakan dihadiri 10 ribu penonton, jeblok. Hanya terisi 3500 pengunjung. Konon seiring usainya pemutaran serial Meteor Garden, popularitas F4 merosot. Masing-masing sibuk dengan order dan urusan pribadi. Jerry main di film Lian Ai Shang Hen bersama Jacky Cheung dan Karen Mok; Ken yang sama sibuknya dengan order film; Vic sibuk rekaman album singel; pembuatan foto album dan Vanness yang cenderung tidak terlalu bermimpi terkenal.
Untuk menaikkan penjualan album CD, terwujudlah konser tadi. Ken sebagai juru bicara membantah ketidakharmonisan mereka. “Kami sibuk dengan urusan masing-masing. Tapi ketika harus bekerja, jelas kompak. Mana mungkin memikirkan harmonis tidaknya?” tepisnya. Manajer bisnis F4, Chui Ce Phing memberikan jawaban mengejutkan. “Biar saja. F4 ada karena serial Meteor Garden. Kini serial itu kelar, tak ada kewajiban buat mereka bersatu lagi. Saya pribadi sudah punya rencana buat masing-masing. Saya berharap mereka lebih konsentrasi pada bidang musik mengingat masing-masing sangat berbakat. Khusus Jerry, harus diakui perlu latihan lagi. Tapi ia sangat potensial. Pokoknya di masa mendatang setiap personil punya album singel,” janji perempuan berperawakan sedang ini.
Next Weekly menyebut, untuk melihat kenyataan isu bubar perlu menanti hingga konser tur F4 di Singapura dan Malaysia berakhir Januari ini. Namun awal tahun fakta baru terpampang. F4 terlibat syuting serial remaja baru, Come to My House (Lai Wo Cia Pa). Turut membintangi serial buatan CTV ini, biduanita bergigi gingsul Valen Hsu, bintang bertubuh sintal Thien Sin. Berita terbaru, 27 Januari lalu, 9000 penonton dengan tiket tertinggi 121 dolar menyesaki Suntec City Convention Hall Singapura. Hadir di acara itu presenter tenar Taiwan, Matilda Tao yang sempat digosipkan pacaran dengan Jerry. Suara sumbang ikut menyokong keriuhan malam itu. Kata sebagian dari ribuan penggemar yang menjemput di bandara Changi, hanya Vanness yang tebar senyum ramah. “Selebihnya diam tanpa ekspresi,” seorang remaja perempuan menyesali. Ucapan ini ditanggapi keempatnya dengan jawaban simpel. “Kami surprais penggemar tumpah ruah di bandara. Ini sangat di luar dugaan,” Ken mewakili.
http://www.bintang-indonesia.com/article.asp?article=3382

2 thoughts on “Meteor Garden

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s